Selasa sore kemarin dari UPT Komputer Unhas, pulang bareng Adhy. Kebetulan mau ke bilangan Jalan H. Kalla di Panaikang so skalian bareng, yah.. lumayanlah buat hemat waktu and (terutama) ongkos pete-pete
.
Kita ke BTP dulu, ambil file.
Maka meluncurlah kita ke BTP sore itu, ke rumah seorang teman via Pintu 2 Kampus Tamalanrea. Sempat dapat lampu merah, trus jalanan macet depan gerbang BTP. Untung aja ada pak Polisi yang mengatur arus lalu-lintas (thanks ya ‘pak!! kayaknya sudah perlu proposal pengadaan lampu merah deh). Menjelang magrib, kita tinggalkan BTP and ceritapun dimulai.
Sampai depan Pintu 2, jalanan tambah macet dan semrawut. Situasi ini diperparah dengan adanya SPBU yang jaraknya gak terlalu jauh dari lampu merah plus tempat mobil pete-pete kampus berganti arah pas didepannya, komplet sudah. Melintasi kompleks kavaleri, sudah menunggu persimpangan Perintis Kemerdekaan (PK) 8 yang berdampingan dengan top mode, PK 6, PK 4, disambung dengan Pintu 1 Unhas. Tapi ini belum seberapa kok, masih ada hambatan lain yang lebih menantang.
Hampir setiap hari (kecuali kalo’ hari libur/raya) jalan Perintis di bilangan km 7 terutama di depan alfa tamalanrea sampai lampu merah tello selalu macet. Namun, sekitar 3 bulan terakhir ini frekuensi kemacetan makin menjadi. Jika biasanya kemacetan “hanya” terjadi jika pada pagi hari (jam berangkat kantor/sekolah) dan jam pulang kantor, saat ini sudah bertambah jadwal baru, terutama menjelang magrib sampai masuk waktu isya.
Ironisnya, untuk mengurangi angka kemacetan di bilangan km 10 jalan Perintis sampai jembatan Tello (Jalan Urip) sudah dilakukan pelebaran jalan. Tapi, menurut saya, justru pelebaran jalan ini juga berandil dalam menambah frekuensi kemacetan itu sendiri. Penyebabnya tidak lain adalah dengan berubahnya infrastruktur jalanan pasca pelebaran. Yang dimaksud di sini adalah pasca pelebaran, tempat kendaraan untuk berbalik arah jadi berkurang karena adanya “jalur hijau” di tengah-tengah jalan. Di satu sisi, kita (mungkin) tidak terjebak macet (lagi) di depan jalan masuk BTN Antara, depan STMIK Dipanegara. Tapi disisi lain, Tempat berbalik arah kendaraan dari Km. 10 sampai di Lampu merah Tello di Jalan Urip tinggal 4 (empat) titik.
Pertama di depan Top Mode, kedua di Pintu 1 Unhas (tapi ini bisa jadi pengecualian karena hanya bisa dari arah menuju sentral yang bisa berbalik ke arah Daya, itupun harus ekstra hati-hati karena kendaraan dari dalam kampus Unhas juga memotong di situ sementara arah menuju Daya tidak bisa berbalik ke arah kota karena ada marka larangan berbalik arah). Titik ketiga berada di sekitaran depan kampus Univ. Islam Makassar (UIM) sementara titik terakhir berada di depan Mall Makassar Town Square (M’Tos). Jauhnya jarak titik-titik ini membuat konsentrasi kendaraan yang akan berbalik arah jadi terpusat terutama di depan M’Tos. Hal ini bertambah parah, jika antrian kendaraan di Lampu merah Tello sampai di depan M’tos.