Oleh: Hamka | Rabu, 26 Maret 2008

UU ITE

Setelah lima tahun, Rancangan Undang-undang Infomasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, hari Selasa tanggal 25 Maret lalu. Dengan adanya UU ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penerapan hukum dunia cyber di Indonesia. Situs porno atau pornografi di internet akan diblokir atau paling tidak kini diatur UU. Salah satu pasal yang dianggap krusial dalam UU ITE adalah diblokirnya situs-situs porno baik dari dalam maupun luar negeri.Namun sampai saat ini DepKomInfo belum mengumumkan daftar nama-nama situs terlarang. “Ada indikasi porno, situs porno, mereka kita masukkan black list sehingga…tidak bisa diakses lagi,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika M. Nuh.

File-nya ada di sini : UU ITE (format pdf)

Selasa sore kemarin dari UPT Komputer Unhas, pulang bareng Adhy. Kebetulan mau ke bilangan Jalan H. Kalla di Panaikang so skalian bareng, yah.. lumayanlah buat hemat waktu and (terutama) ongkos pete-pete :-) .

Kita ke BTP dulu, ambil file.

Maka meluncurlah kita ke BTP sore itu, ke rumah seorang teman via Pintu 2 Kampus Tamalanrea. Sempat dapat lampu merah, trus jalanan macet depan gerbang BTP. Untung aja ada pak Polisi yang mengatur arus lalu-lintas (thanks ya ‘pak!! kayaknya sudah perlu proposal pengadaan lampu merah deh). Menjelang magrib, kita tinggalkan BTP and ceritapun dimulai.

Sampai depan Pintu 2, jalanan tambah macet dan semrawut. Situasi ini diperparah dengan adanya SPBU yang jaraknya gak terlalu jauh dari lampu merah plus tempat mobil pete-pete kampus berganti arah pas didepannya, komplet sudah. Melintasi kompleks kavaleri, sudah menunggu persimpangan Perintis Kemerdekaan (PK) 8 yang berdampingan dengan top mode, PK 6, PK 4, disambung dengan Pintu 1 Unhas. Tapi ini belum seberapa kok, masih ada hambatan lain yang lebih menantang.

Hampir setiap hari (kecuali kalo’ hari libur/raya) jalan Perintis di bilangan km 7 terutama di depan alfa tamalanrea sampai lampu merah tello selalu macet. Namun, sekitar 3 bulan terakhir ini frekuensi kemacetan makin menjadi. Jika biasanya kemacetan “hanya” terjadi jika pada pagi hari (jam berangkat kantor/sekolah) dan jam pulang kantor, saat ini sudah bertambah jadwal baru, terutama menjelang magrib sampai masuk waktu isya.

Ironisnya, untuk mengurangi angka kemacetan di bilangan km 10 jalan Perintis sampai jembatan Tello (Jalan Urip) sudah dilakukan pelebaran jalan. Tapi, menurut saya, justru pelebaran jalan ini juga berandil dalam menambah frekuensi kemacetan itu sendiri. Penyebabnya tidak lain adalah dengan berubahnya infrastruktur jalanan pasca pelebaran. Yang dimaksud di sini adalah pasca pelebaran, tempat kendaraan untuk berbalik arah jadi berkurang karena adanya “jalur hijau” di tengah-tengah jalan. Di satu sisi, kita (mungkin) tidak terjebak macet (lagi) di depan jalan masuk BTN Antara, depan STMIK Dipanegara. Tapi disisi lain, Tempat berbalik arah kendaraan dari Km. 10 sampai di Lampu merah Tello di Jalan Urip tinggal 4 (empat) titik.

Pertama di depan Top Mode, kedua di Pintu 1 Unhas (tapi ini bisa jadi pengecualian karena hanya bisa dari arah menuju sentral yang bisa berbalik ke arah Daya, itupun harus ekstra hati-hati karena kendaraan dari dalam kampus Unhas juga memotong di situ sementara arah menuju Daya tidak bisa berbalik ke arah kota karena ada marka larangan berbalik arah). Titik ketiga berada di sekitaran depan kampus Univ. Islam Makassar (UIM) sementara titik terakhir berada di depan Mall Makassar Town Square (M’Tos). Jauhnya jarak titik-titik ini membuat konsentrasi kendaraan yang akan berbalik arah jadi terpusat terutama di depan M’Tos. Hal ini bertambah parah, jika antrian kendaraan di Lampu merah Tello sampai di depan M’tos.

Oleh: Hamka | Selasa, 18 Maret 2008

Asbestos

Apaan Tuh?

Asbestos atau biasa disebut asbes adalah sebuah grup mineral metamorfis berfiber. Asbes merupakan mineral silikat yang dihasilkan dari pertambangan/bahan alam. Seratnya berbentuk serat tipis, panjang, dan kuat. Nama ini berasal dari penggunaannya di lampu wick; karena tahan api dia telah digunakan dalam banyak aplikasi. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru). Asbestos biasa ditemui ada insulasi rumah, alas lantai vinyl, lapisan luar umah [siding] dan juga lapisan dalam rumah [drywall] yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan.

Asbestos merupakan salah satu contoh polusi mineral yang sangat dikenal bahayanya. Dalam dunia Internasional, Asbes sudah dimasukkan ke dalam golongan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Negara-negara dunia sudah melarang penggunaannya, seperti Uni Eropa, Jepang, Chili, Argentina, Brazil, Amerika, Spanyol, Luxemburg, Australia, Vietnam, dan Thailand. Untuk Indonesia, berdasarkan PP. No. 74/2001, Penggunaan Asbestos harus Dikontrol.

The Danger?

Tidak diragukan bahwa Asbestos berpengaruh negatif terhadap kesehatan (berdasarkan penelitian In Vitro/In Vivo dan juga penelitian epidemiologis). Asbestos dan fiberglass, apabila terhirup pernafasan kita, dapat menyebabkan kanker paru-paru dan oleh karena itu kebanyakan penggunaan asbestos telah dilarang di banyak negara. Selain kanker paru-paru, beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh Asbestos diantaranya adalah :

  1. Asbestosis, adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas karena serat asbes tersebut terperangkap dalam jaringan paru-paru. Peristiwa ini membuat jaringan sekitar menjadi luka. Luka inilah yang akhirnya membuat paru-paru tidak berfungsi. Masa latency asbestosis ini sampai terbentuk, terjadi sangat lama, antara 15-30 tahun. Jadi harus hati-hati karena gejala tidak dapat terdeteksi dalam waktu singkat!!
  2. Mesothelioma, Kanker yang terjadi di Pleura (lapisan luar paru-paru) dan atau pada peritoneum (lapisan luar dari dinding Obdinal)

Penyebab

Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.

Gejala

Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.

Gejala pertama adalah sesak nafas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak nafas yang berat dan mengalami kegagalan pernafasan.

Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.

Mesothelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesothelioma umumnya muncul setelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesothelioma. Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesothelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesothelioma. Mesothelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun.

Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:

  • batuk
  • rasa sesak di dada
  • nyeri dada
  • kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).

Diagnosa

Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan berikut:

  • Rontgen dada
  • Tes fungsi paru-paru
  • CT scan paru.

Penyembuhan

Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesothelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.

Pencegahan

Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesothelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu

Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-masing.

[dari berbagai sumber]

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori