Apaan Tuh?
Asbestos atau biasa disebut asbes adalah sebuah grup mineral metamorfis berfiber. Asbes merupakan mineral silikat yang dihasilkan dari pertambangan/bahan alam. Seratnya berbentuk serat tipis, panjang, dan kuat. Nama ini berasal dari penggunaannya di lampu wick; karena tahan api dia telah digunakan dalam banyak aplikasi. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru). Asbestos biasa ditemui ada insulasi rumah, alas lantai vinyl, lapisan luar umah [siding] dan juga lapisan dalam rumah [drywall] yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan.
Asbestos merupakan salah satu contoh polusi mineral yang sangat dikenal bahayanya. Dalam dunia Internasional, Asbes sudah dimasukkan ke dalam golongan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Negara-negara dunia sudah melarang penggunaannya, seperti Uni Eropa, Jepang, Chili, Argentina, Brazil, Amerika, Spanyol, Luxemburg, Australia, Vietnam, dan Thailand. Untuk Indonesia, berdasarkan PP. No. 74/2001, Penggunaan Asbestos harus Dikontrol.
The Danger?

Tidak diragukan bahwa Asbestos berpengaruh negatif terhadap kesehatan (berdasarkan penelitian In Vitro/In Vivo dan juga penelitian epidemiologis). Asbestos dan fiberglass, apabila terhirup pernafasan kita, dapat menyebabkan kanker paru-paru dan oleh karena itu kebanyakan penggunaan asbestos telah dilarang di banyak negara. Selain kanker paru-paru, beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh Asbestos diantaranya adalah :
- Asbestosis, adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas karena serat asbes tersebut terperangkap dalam jaringan paru-paru. Peristiwa ini membuat jaringan sekitar menjadi luka. Luka inilah yang akhirnya membuat paru-paru tidak berfungsi. Masa latency asbestosis ini sampai terbentuk, terjadi sangat lama, antara 15-30 tahun. Jadi harus hati-hati karena gejala tidak dapat terdeteksi dalam waktu singkat!!
- Mesothelioma, Kanker yang terjadi di Pleura (lapisan luar paru-paru) dan atau pada peritoneum (lapisan luar dari dinding Obdinal)
Penyebab
Menghirup serat asbes bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) di dalam paru-paru. Jaringan paru-paru yang membentuk fibrosis tidak dapat mengembang dan mengempis sebagaimana mestinya. Beratnya penyakit tergantung kepada lamanya pemaparan dan jumlah serat yang terhirup. Pemaparan asbes bisa ditemukan di industri pertambangan dan penggilingan, konstruksi dan industri lainnya. Pemaparan pada keluarga pekerja asbes juga bisa terjadi dari partikel yang terbawa ke rumah di dalam pakaian pekerja.
Gejala
Gejala asbestosis muncul secara bertahap dan baru muncul hanya setelah terbentuknya jaringan parut dalam jumlah banyak dan paru-paru kehilangan elastisitasnya.
Gejala pertama adalah sesak nafas ringan dan berkurangnya kemampuan untuk melakukan gerak badan. Sekitar 15% penderita, akan mengalami sesak nafas yang berat dan mengalami kegagalan pernafasan.
Perokok berat dengan bronkitis kronis dan asbestosis, akan menderita batuk-batuk dan bengek. Menghirup serat asbes kadang-kadang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan pada ruang antara kedua selaput yang melapisi paru-paru. Meskipun jarang, asbes juga bisa menyebabkan tumo pada pleura yang disebut mesotelioma atau pada selaput perut yang disebut mesotelioma peritoneal.
Mesothelioma yang disebabkan oleh asbes bersifat ganas dan tidak dapat disembuhkan. Mesothelioma umumnya muncul setelah terpapar krokidolit, satu dari 4 jenis asbes. Amosit, jenis yang lainnya, juga menyebabkan mesothelioma. Krisotil mungkin tidak menyebabkan mesothelioma tetapi kadang tercemar oleh tremolit yang dapat menyebabkan mesothelioma. Mesothelioma biasanya terjadi setelah pemaparan selama 30-40 tahun.
Kanker paru-paru akan terjadi pada penderita asbestosis yang juga merokok, terutama mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- batuk
- rasa sesak di dada
- nyeri dada
- kelainan kuku atau clubbing of fingers (bentuk jari-jari tangan yang menyerupai tabuh genderang).
Diagnosa
Pada pemeriksaan fisik dengan menggunakan stetoskop, akan terdengar suara ronki. Untuk memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan berikut:
- Rontgen dada
- Tes fungsi paru-paru
- CT scan paru.
Penyembuhan
Pengobatan suportif untuk mengatasi gejala yang timbul adalah membuang lendir/dahak dari paru-paru melalui prosedur postural drainase, perkusi dada dan vibrasi. Diberikan obat semprot untuk mengencerkan lendir. Mungkin perlu diberikan oksigen, baik melalui sungkup muka (masker) maupun melalui selang plastik yang dipasang di lubang hidung. Kadang dilakukan pencangkokan paru-paru. Mesothelioma berakibat fatal, kemoterapi tidak banyak bermanfaat dan pengangkatan tumor tidak menyembuhkan kanker.
Pencegahan
Asbestosis dapat dicegah dengan mengurangi kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerja. Karena industri yang menggunakan asbes sudah melakukan kontrol debu, sekarang ini lebih sedikit yang menderita asbestosis, tetapi mesothelioma masih terjadi pada orang yang pernah terpapar 40 tahun lalu
Untuk mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, kepada para pekerja yang berhubungan dengan asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok. Sementara itu guna menghindari sumber penyakit yang akan tersebar pada pihak keluarga, disarankan setiap pekerja untuk mencuci pakaian kerjanya di pabrik, dan menggantinya dengan pakaian bersih untuk kembali ke rumah. Sehingga semua pakaian kerja tidak ada yang dibawa pulang, dan pekerja membersihkan diri atau mandi sebelum kembali kerumah masing-masing.
[dari berbagai sumber]